
“Akar dari pendidikan adalah pahit, namun buahnya manis”- Aristoteles
Kalimat diatas adalah hal yang membuat saya berkeyakinan untuk berkuliah walau diwaktu sibuk saya bekerja.
Bukan hal yang mudah juga di usia saya yang 22 tahun untuk memilih kuliah dalam keadaan bekerja. Saya yakin banyak dari teman-teman mempertimbangkan sangat dalam untuk memutuskan kuliah.
Setelah banyak mengevaluasi universitas mana akhirnya saya memilih Universitas Widyatama, sebagai tempat saya menuntut ilmu dan mengembangkan diri.
Kesan Pertama
Pertama kali datang ke kampus rasanya gugup, karna saya akan bertemu dengan banyak orang baru dan mungkin akan tidak ramah. Terutama saya berfikir mungkin saya yang paling tua karna saya telat ambil waktu kuliah. Tapi ternyata salah, ternyata ada teman saya yang cukup jauh umurnya dan tetap bersemangat untuk berkuliah
Saya jadi ga minder… Itu membentuk motivasi baru kalau belajar tak memandang usia. Akhirnya saya berkenalan dengan teman-teman lainya, mereka ramah dan ternyata asik juga. Kami akhirnya berkenalan dan bercerita tentang alasan kenapa memilih UTama untuk berkuliah.
Fasilitas Kampus
Menurut saya sudah lengkap seperti perpustakaan yang besar, komputer yang bebas dipakai mahasiswa, ruang kelas yang ber Ac, Wifi yang lancar koneksinya, toilet yang bersih. Taman yang luas dan suasana pepohonan yang rindang membuat kampus terasa nyaman dan sejuk. Saya merasa Utama jadi rumah ke 3, setelah kantor saya bekerja.
Jelas banget kalau kampus yang sangat mengutamakan kenyamanan, terutama dari kebersihanya. Saya jarang sekali melihat sampah di lingkungan kampus. Petugas kebersihan yang sigap, membuktikan manajemen kebersihan di UTama yang sangat baik.
Proses Belajar
Ini sih yang penting, kelas yang aktif dan nyaman. Dosen yang memang berkualitas, professional yang benar-benar terseleksi. Jujur saja saya kaget ketemu hitungan, banyak ngeblank juga karna udah lama ga bertemu matematika dan kawan-kawanya. Ditambah dosen yang sangat cepat dalam menjelaskan materi, saya sempat ingin menyerah. Tapi, ingat kata-kata mutiara diatas akhirnya saya teringat kembali, tak ada usaha yang menghianati hasil. Syukurlah, saya dikelilingi teman yang membawa suasana positif dan mau membantu saya belajar ketika tidak mengerti.
Saya berterimakasih dengan mereka semua 🙂
Akhir kata, kesimpulan kesan saya di Universitas Widyatama
Saya tidak menyesal memilih UTama untuk belajar, tenaga pengajar yang mau memberi motivasi dan mengerti kondisi bagaimana Reguler B1(Program kelas karyawan di UTama) yang kadang terjepit oleh sibuknya bekerja dan kadang juga lembur. Kuliah sambil bekerja tak semenyeramkan kata orang.
Teman-teman seperjuangan yang memiliki jiwa berkeinginan untuk bisa dan maju dengan belajar bersama.
Terimakasih untuk 7 bulan yang begitu berkesan. 😊